Slider[Style1]

Berita Utama

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Sosial

Video


RangkasbitungID - Struktur bangunan yang  yang ditemukan di kampung Lebak Sangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Merupakan sebuah situs megalitik, situs ini terdiri dari lima undakan dengan arah timur-barat menghadapi puncak Gunung Kasola.

Kosala bisa dibilang situs yang komplet dengan berbagai jenis batu khas peninggalan kebudayaan zaman batu tersebut, di antaranya adalah menhir, punden brundak, altar dan juga arca.
Menhir-menhir yang berada di situs ini memiliki permukaan yang halus dan berbentuk menyerupai papan (slab stone). Biasanya batu-batu seperti ini digunakan oleh masyarakat yang hidup di zaman megalitik sebagai tempat menyimpan sesaji dan menjalankan ritual-ritual kepercayaan pada masa tersebut.

Tidak jauh dari situs terdapat kolam tempat mereka menyucikan diri sebelum melakukan aktivitas ritual. Hal yang menarik untuk diamati adalah adanya batu bulat yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Batu Pelor” karena bentuknya yang bulat menyerupai peluru dan jalan setapak yang terbuat dari batu pipih bahkan ada yang dibuat membentuk tangga, menghubungkan antara satu undakan ke undakan berikutnya.

Ditemukan juga sejumlah pecahan keramik lokal dan asing. Pecahan keramik lokal dibuat dengan teknik roda putar dan hiasannya dibuat dengan teknik tera atau tekan. Pecahan keramik asing diperkirakan dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi. Ditemukan juga sebuah arca setinggi 50 cm yang dikenal dengan “Arca Kosala”.

situs Kosala merupakan tempat pertemuan tujuh orang leluhur yang dipercaya dapat membawa berkah bagi orang-orang yang menziarahinya. Ketujuh leluhur itu adalah Leluhur Parungkujang atau Prabu Siliwangi (bidang kepangkatan/jabatan), Leluhur Sajra atau Abuya Kayu Buyut Mangun Tapa (bidang keselamatan), Leluhur Menes atau Kyai Sapuling Sakti (bidang agama), Leluhur Pangawinan (bidang pertanian), Leluhur Parahyang (tempat para Hyang atau leluhur/dewa), Leluhur Sobang (tempat ziarah orang Baduy Karang) dan Leluhur Bonbgbang tidak boleh dikunjungi oleh orang yang beragama Islam.

Pemujaan kepada tujuh leluhur itu diduga sesuai dengan fungsi tinggalan arkeologi teras demi teras yang tampaknya tidak mengacu pada perjalanan upacara seperti pada bangunan teras berundak laninnya yang berjalan dari teras satu hingga teras teratas sebagaimana situs Arca Domas di Baduy. Setiap teras mempunyai altar-altar yang berfungsi sesuai dengan maksud pemujaan. Dengan demikian agaknya setiap teras dengan altar-altarnya dapat menjadi tempat pemujaan yang berdiri sendiri sesuai dengan maksud si pemuja.

Tonton video dokumenter Situs Kosala berikut yang dibuat oleh anak SMA


About Rangkasbitung.ID

Terima kasih atas kunjungan Anda ke situs Kami www.rangkasbitung.id. Blog ini adalah milik pribadi dan tidak terikat oleh lembaga atau organisasi apapun. Rangkasbitung.ID akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, antara lain berupaya memberikan informasi, menumbuhkan dan menjaga kepercayaan Anda selaku pengunjung situs ini.
«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top